Kuota TPA Sarimukti Menipis, Warga Cimahi Diminta Gotong Royong Pilah Sampah Pasca-Lebaran

CIMAHI, CIMAHITODAY.COM – Kondisi pengelolaan sampah di Kota Cimahi memasuki fase krusial pasca-libur Idul Fitri 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mencatat adanya lonjakan volume sampah yang signifikan, sementara kuota pembuangan ke TPA Sarimukti semakin terbatas.
Berdasarkan data terbaru, volume sampah harian di Kota Cimahi naik sekitar 30% hingga 40% selama masa Lebaran. Jika pada hari biasa produksi sampah berkisar di angka 250 ton, kini angkanya melonjak hingga menembus 300 ton lebih per hari.
Pembatasan Ritase di TPA Sarimukti
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengungkapkan bahwa saat ini sisa kuota pembuangan sampah untuk Kota Cimahi di TPA Sarimukti hanya menyisakan sekitar 1.200 ton untuk periode berjalan ini.
"Kita harus sangat ketat mengatur ritase pengangkutan. Saat ini kita dibatasi hanya sekitar 17 ritase per hari atau setara dengan maksimal 85 ton yang bisa masuk ke Sarimukti," ujar perwakilan DLH dalam koordinasi kebersihan kota baru-baru ini.
Pembatasan ini merujuk pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berupaya memperpanjang masa pakai TPA Sarimukti hingga TPPAS Legok Nangka siap beroperasi sepenuhnya.
Titik Penumpukan di TPS Lokal
Pantauan CimahiToday di lapangan menunjukkan beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mulai mengalami antrean pengangkutan. Lonjakan sampah rumah tangga berupa sisa makanan, kemasan plastik, dan limbah rumah tangga khas Lebaran menjadi penyumbang terbesar.
Kondisi ini diperparah dengan faktor cuaca. Hujan deras yang kerap mengguyur Cimahi pada siang dan sore hari membuat beban sampah menjadi lebih berat karena basah, yang otomatis menghambat proses pengangkutan dan pengolahan.
Ajakan Pilah Sampah dari Rumah
Menyikapi situasi ini, Pemerintah Kota Cimahi melalui program "Grak Ompimpah" (Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah) kembali mengimbau warga untuk tidak langsung membuang sampah dalam keadaan tercampur.
Warga diharapkan melakukan langkah-langkah berikut:
Pilah Sampah Organik: Sisa makanan dan sayuran sebisa mungkin dikelola melalui lubang biopori atau pengomposan mandiri.
Pilah Sampah Anorganik: Plastik, kertas, dan logam dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke Bank Sampah terdekat.
Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Mengingat keterbatasan kuota TPA, pengurangan dari sumber adalah kunci utama.
Optimalisasi TPST Baru
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Cimahi kini terus menggenjot operasional TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Kelurahan Utama. Fasilitas ini menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti secara permanen.
Bagi warga Cimahi, kedisiplinan dalam membuang sampah sesuai jadwal dan melakukan pemilahan dari rumah kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan demi menjaga kota tetap bersih dan nyaman pasca-hari kemenangan.


